Setting System Linux dengan LDAP Server Centos 5.5
===================================================
A. Instalasi LDAP
-----------------
Paket-paket yang harus diinstall untuk LDAP adalah openldap-server openldap-clients nss_ldap.
Caranya :
# yum install openldap-servers openldap-clients nss_ldap
B. Mengkonfigurasi LDAP Server
------------------------------
1. Memberikan password administrator untuk openldap server.
# slappasswd
New password:
Re-enter new password:
{SSHA}ntokc0c+JJwxXWqoAI17EqX7UvNMzXQd
2. Edit file /etc/openldap/slapd.conf.
# vim /etc/openldap/slapd.conf
Ubah pada :
suffix "dc=tunas,dc=com"
rootdn "cn=Manager,dc=tunas,dc=com"
rootpw "{SSHA}ntokc0c+JJwxXWqoAI17EqX7UvNMzXQd"
3. Restart openldap-server anda.
# service ldap restart
C. Menambahkan nilai ke dalam LDAP Server
-----------------------------------------
1. Ubahlah konfigurasi default migrasi pada
/usr/share/openldap/migration/migrate_common.ph
# vim /usr/share/openldap/migration/migrate_common.ph
ubah pada :
-------------------------------------------
# Default DNS domain
$DEFAULT_MAIL_DOMAIN = "tunas.com";
# Default base
$DEFAULT_BASE = "dc=tunas,dc=com";
-------------------------------------------
2. Buatlah file ldif, untuk dimasukkan
# /usr/share/openldap/migration/migrate_base.pl > root.ldif
# vim root.ldif
Hapus baris yang tidak diperlukan hingga menjadi :
dn: dc=tunas,dc=com
dc: tunas
objectClass: top
objectClass: domain
dn: ou=People,dc=tunas,dc=com
ou: People
objectClass: top
objectClass: organizationalUnit
dn: ou=Group,dc=tunas,dc=com
ou: Group
objectClass: top
objectClass: organizationalUnit
3. Masukkan root.ldif ke dalam LDAP
# ldapadd -x -D "cn=Manager,dc=tunas,dc=com" -f root.ldif -W
4. Memigrasi user dan password di system ke dalam LDAP
# /usr/share/openldap/migration/migrate_passwd.pl /etc/passwd user.ldif
5. Masukkan user.ldif ke dalam LDAP
# ldapadd -x -D "cn=Manager,dc=tunas,dc=com" -f user.ldif -W
6. Memigrasi group dan password di system ke dalam LDAP
# /usr/share/openldap/migration/migrate_group.pl /etc/group group.ldif
7. Masukan group.ldif ke dalam LDAP
# ldapadd -x -D "cn=Manager,dc=tunas,dc=com" -f group.ldif -W
D. Mengatur autentikasi Sistem menggunakan LDAP Client Fedora 14
---------------------------------------------
1. Install tools ldap client
[root@www03 ~]# yum -y install openldap-clients nss_ldap
2. Jalankan perintah :
# setup
+--------[ Choose a Tool ]---------+
| |
| Authentication configuration |
| Firewall configuration |
| Keyboard configuration |
| Network configuration |
| System services |
| Timezone configuration |
| X configuration |
| |
| +----------+ +------+ |
| | Run Tool | | Quit | |
| +----------+ +------+ |
| |
| |
+----------------------------------+
Pilih : Authentication configuration
+----------------[ Authentication Configuration ]-----------------+
| |
| User Information Authentication |
| [ ] Cache Information [*] Use MD5 Passwords |
| [ ] Use Hesiod [*] Use Shadow Passwords |
| [*] Use LDAP [*] Use LDAP Authentication |
| [ ] Use NIS [ ] Use Kerberos |
| [ ] Use Winbind [ ] Use SMB Authentication |
| [ ] Use Winbind Authentication |
| [ ] Local authorization is sufficient |
| |
| +--------+ +------+ |
| | Cancel | | Next | |
| +--------+ +------+ |
| |
| |
+-----------------------------------------------------------------+
Berikan bintang "*" seperti contoh di atas, kemudian klik Next.
+-----------------[ LDAP Settings ]-----------------+
| |
| [ ] Use TLS |
| Server: ldap://192.168.1.1/_______________________ |
| Base DN: dc=tunas,dc=com________________________ |
| |
| +------+ +----+ |
| | Back | | Ok | |
| +------+ +----+ |
| |
| |
+---------------------------------------------------+
Masukkan server di 127.0.0.1 dan Base DN : dc=pctoto, dc=com
3. Edit file ldap.conf dan pastikan sudah terdapat comment berikut:
[root@www03 ~]# vi /etc/openldap/ldap.conf
URI ldap://192.168.1.1/
BASE dc=tunas,dc=com
TLS_CACERTDIR /etc/openldap/cacerts
4. Edit file nss_ldap dan pastikan sudah terdapat comment berikut:
[root@www03 ~]# vi /etc/nss_ldap.conf
base dc=tunas,dc=com
uri ldap://192.168.1.1/
ssl no
tls_cacertdir /etc/openldap/cacerts
5. Edit file pam_ldap.conf dan pastikan sudah terdapat comment berikut:
[root@www03 ~]# vi /etc/pam_ldap.conf
base dc=tunas,dc=com
uri ldap://192.168.1.1/
ssl no
tls_cacertdir /etc/openldap/cacerts
6. Edit file system-auth dan pastikan sudah terdapat comment berikut:
[root@www03 ~]# vi /etc/pam.d/system-auth
auth required pam_env.so
auth sufficient pam_fprintd.so
auth sufficient pam_unix.so nullok try_first_pass
auth requisite pam_succeed_if.so uid >= 500 quiet
auth sufficient pam_ldap.so use_first_pass
auth required pam_deny.so
account required pam_unix.so
account sufficient pam_localuser.so
account sufficient pam_succeed_if.so uid < 500 quiet
account [default=bad success=ok user_unknown=ignore] pam_ldap.so
account required pam_permit.so
password requisite pam_cracklib.so try_first_pass retry=3 type=
password sufficient pam_unix.so sha512 shadow nullok try_first_pass use_authtok
password sufficient pam_ldap.so use_authtok
password required pam_deny.so
session optional pam_keyinit.so revoke
session required pam_limits.so
session [success=1 default=ignore] pam_succeed_if.so service in crond quiet use_uid
session required pam_unix.so
session optional pam_ldap.so
# Masukkan comment ini apabila ingin membuat home folder otomatis
session optional pam_mkhomedir.so skel=/etc/skel umask=077
7. Edit file nsswitch.conf dan pastikan terdapat comment berikut ini:
[root@www03 ~]# vi /etc/nsswitch.conf
passwd: files ldap
shadow: files ldap
group: files ldap
netgroup: nisplus ldap
8. Setelah itu restart operating system:
[root@www03 ~]# shutdown -r now
E. Autentikasi Squid dengan LDAP
--------------------------------
1. Edit paramater authentication pada Squid
# vim /etc/squid/squid.conf
-----------------------------------------------
auth_param basic program /usr/lib/squid/squid_ldap_auth -b dc=tunas,dc=com -f "cn=%s" -s sub -h localhost
auth_param basic children 5
auth_param basic realm Login dulu yach
auth_param basic credentialsttl 2 hours
auth_param basic casesensitive off
acl proxy_user proxy_auth REQUIRED
acl lan src 192.168.1.0/24
http_access allow lan proxy_user
http_access deny all
-----------------------------------------------
2. Restart service squid
# service squid restart
3. Atur client agar menggunakan proxy Anda.
Jumat, 08 April 2011
Jumat, 04 Maret 2011
Setting IP Address di UBUNTU
Pada intinya, setting network pada debian ditentukan oleh beberapa file yaitu:
1. /etc/network/interfaces.
2. /etc/network/options.
/etc/network/interfaces
File ini memuat konfigurasi IP yang akan digunakan oleh Network Interface yang terpasang pada suatu komputer. Selain alamat IP, file ini juga menyimpan informasi tentang routing. Di bawah ini adalah salah satu contoh isi file /etc/network/intefaces:
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.30.10
network 192.168.30.0
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.30.255
gateway 192.168.30.11
Kata auto yang mendahului nama suatu interface menandakan bahwa interface tersebut akan dinyalakan secara otomatis pada saat booting. Interface lo tidak memiliki konfigurasi IP karena lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki IP yang pasti yakni 127.0.0.1. Alamat IP ini digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri.
Konfigurasi untuk eth0 harus diberikan karena interface ini dikonfigurasi menggunakan IP statis. Parameter-parameter yang harus disebutkan untuk jenis interface static adalah:
1. address: menentukan IP address yang digunakan suatu komputer.
2. network: menentukan Network Address komputer.
3. netmask: menentukan subnet mask network komputer.
4. broadcast: menentukan alamat broadcast yang digunakan komputer untuk memperkenalkan diri pada jaringan.
5. gateway: menentukan default gateway yang digunakan apabila komputer tersebut mengirimkan paket data ke luar jaringan anggotanya.
Setelah selesai melakukan perubahan pada file ini anda dapat mengaktifkan setting ini dengan menjalankan perintah:
debian:~# /etc/init.d/networking start
Untuk memeriksa apakah setting ini sudah benar, ketikkan ifconfig di terminal dan jika muncul :
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:10:83:01:18:41
inet addr:192.168.30.10 Bcast:192.168.30.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::210:83ff:fe01:1841/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING PROMISC MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:116392026 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:172631398 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:1681468257 (1.5 GiB) TX bytes:3669393927 (3.4 GiB)
Interrupt:9 Base address:0xece0
lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0….
settingan dah bener! test coba ping ke kompie sebelah..
/etc/network/options
File ini memuat beberapa pilihan yang dapat dijalankan bersamaan dengan aktifasi alamat IP pada bagian di atas. Secara default, file ini mengandung 3 baris. Isi file ini kurang lebih seperti di bawah ini.
ip_forward=no
spoofprotect=yes
syncookies=no
Baris pertama menunjukkan bahwa komputer ini tidak digunakan untuk memforward paket data yang diterimanya ke komputer lain. ip_forward harus diset yes bila memang komputer ini dibangun untuk bertindak sebagai router atau bridge. Baris kedua menunjukkan bahwa perlindungan ipspoof aktif. Ada baiknya pilihan ini selalu yes untuk menghindari terjadinya spoofing alamat IP kita oleh orang lain. Baris ketiga menyatakan bahwa syncookies tidak diaktifkan. Pilihan ini bertujuan untuk membatasi jumlah usaha membuat koneksi baru dari komputer lain ke komputer kita. Bila komputer kita menerima semua request secara serentak dengan jumlah banyak, besar kemungkinan bahwa komputer kita akan hang dalam waktu singkat.
1. /etc/network/interfaces.
2. /etc/network/options.
/etc/network/interfaces
File ini memuat konfigurasi IP yang akan digunakan oleh Network Interface yang terpasang pada suatu komputer. Selain alamat IP, file ini juga menyimpan informasi tentang routing. Di bawah ini adalah salah satu contoh isi file /etc/network/intefaces:
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.30.10
network 192.168.30.0
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.30.255
gateway 192.168.30.11
Kata auto yang mendahului nama suatu interface menandakan bahwa interface tersebut akan dinyalakan secara otomatis pada saat booting. Interface lo tidak memiliki konfigurasi IP karena lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki IP yang pasti yakni 127.0.0.1. Alamat IP ini digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri.
Konfigurasi untuk eth0 harus diberikan karena interface ini dikonfigurasi menggunakan IP statis. Parameter-parameter yang harus disebutkan untuk jenis interface static adalah:
1. address: menentukan IP address yang digunakan suatu komputer.
2. network: menentukan Network Address komputer.
3. netmask: menentukan subnet mask network komputer.
4. broadcast: menentukan alamat broadcast yang digunakan komputer untuk memperkenalkan diri pada jaringan.
5. gateway: menentukan default gateway yang digunakan apabila komputer tersebut mengirimkan paket data ke luar jaringan anggotanya.
Setelah selesai melakukan perubahan pada file ini anda dapat mengaktifkan setting ini dengan menjalankan perintah:
debian:~# /etc/init.d/networking start
Untuk memeriksa apakah setting ini sudah benar, ketikkan ifconfig di terminal dan jika muncul :
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:10:83:01:18:41
inet addr:192.168.30.10 Bcast:192.168.30.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::210:83ff:fe01:1841/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING PROMISC MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:116392026 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:172631398 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:1681468257 (1.5 GiB) TX bytes:3669393927 (3.4 GiB)
Interrupt:9 Base address:0xece0
lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0….
settingan dah bener! test coba ping ke kompie sebelah..
/etc/network/options
File ini memuat beberapa pilihan yang dapat dijalankan bersamaan dengan aktifasi alamat IP pada bagian di atas. Secara default, file ini mengandung 3 baris. Isi file ini kurang lebih seperti di bawah ini.
ip_forward=no
spoofprotect=yes
syncookies=no
Baris pertama menunjukkan bahwa komputer ini tidak digunakan untuk memforward paket data yang diterimanya ke komputer lain. ip_forward harus diset yes bila memang komputer ini dibangun untuk bertindak sebagai router atau bridge. Baris kedua menunjukkan bahwa perlindungan ipspoof aktif. Ada baiknya pilihan ini selalu yes untuk menghindari terjadinya spoofing alamat IP kita oleh orang lain. Baris ketiga menyatakan bahwa syncookies tidak diaktifkan. Pilihan ini bertujuan untuk membatasi jumlah usaha membuat koneksi baru dari komputer lain ke komputer kita. Bila komputer kita menerima semua request secara serentak dengan jumlah banyak, besar kemungkinan bahwa komputer kita akan hang dalam waktu singkat.
Langganan:
Postingan (Atom)